@jiemiardian | 171,333 followers
Kita tau merokok ga sehat, tapi apa pengetahuan membuat seseorang berhenti merokok? Nggak

Kita tau sayur sehat, apa itu membuat seseorang doyan sayur? Nggak

Kita tau olahraga sehat, apa itu membuat seseorang olahraga? Nggak

Manusia itu makhluk emosional, jarang rasional

Tweet Engagement Stats

Stats are based upon replies and quotes of this tweet

Engagement Map

Quotes
Replies
Retweets
Trendsmap

Replies and Quotes

Total of 349 replies and 544 quotes found
In reply to @jiemiardian
Dalam sesi saya ketika konsultasi, saya selalu mengingatkan "Pengetahuan tidak membuat seseorang berubah" Menambah informasi saja tidak membuat seseorang berubah. Masih banyak tahapan yang dibutuhkan selain informasi itu sendiri. Apa itu? Emosi dibalik informasi.
 
In reply to @jiemiardian
Kita tahu roti, sayur, daging itu sehat. Apakah burger sehat? Tidak.
 
In reply to @jiemiardian
Kamu tau dia udah gak sayang, tapi apa kamu berhenti memperjuangkan? Nggak. Manusia memang makhluk emosional. Jarang rasional.
 
In reply to @jiemiardian
Kita tau dengan mengharapkannya itu akan membuat patah hati, apa itu membuat kita berhenti menginginkannya? NGGAK!
 
In reply to @jiemiardian
hamdalah aku balance antara hidup sehat rajin olahraga makan sayur dan menjemput kematian dengan tetap rajin merokok.
 
In reply to @jiemiardian
kita tau mencintai orang yang gabisa dimilikin itu ga sehat, tapi apa itu membuat kita berhenti mencintai? tidak.
 
In reply to @jiemiardian
Kita tahu maksiat itu dosa, tapi apakah pengetahuan membuat seseorang berhenti maksiat? Nggak Kita tahu beribadah itu berpahala, tapi apakah pengetahuan membuat seseorang rajin ibadah? Nggak Manusia itu mahluk emosional, jarang rasional.
 
Inget kata dokter masita, buat ngeberhentiin perilaku buruk (ex. Merokok) harus tau motivasinya apa melakukan hal tsb baru dipikir subtitusinya apa yg bisa seenak rokok/alkohol etc
 
In reply to @jiemiardian
Kita tau mencintai dia yang bersifat dingin kepada kita itu tidak sehat, tapi apa hal itu menghentikan kita? Tidak
 
In reply to @jiemiardian
perlu pendekatan mistis seperti iming2 surga atau ditakut2i oleh neraka
 
In reply to @jiemiardian
iya ini logika yg sama dibalik argumen kenapa untuk mengubah perilaku seseorang gak bisa dengan cara mempermalukan orang tsb, yg ada malah jadi makin menolak orangnya.
 
馃: Udah sering dibilang, ga usah diterusin, masih aja diterusin..
Pas disakitin, balik lagi ke aku kan! BEGOnya kok ga hilang hilang.

Hehe karena manusia itu makhluk emosional 馃槄馃槄 atau emang otakku yg ga dipake, ga ngerti juga.
 
In reply to @jiemiardian
Benar banget, ayahku merokok dari kelas 5 SD sampai umur 30 tahun, alasan berhentinya bukan karena mau hidup sehat, dll. Tapi berenti karena bentar lagi ibuku lahiran anak pertama. Katanya dia gamau nanti anaknya merokok kayak dia.
 
kita tau kalau dia ngga mau, tapi apa itu membuat kita berhenti mepet dia? ngga.
 
In reply to @jiemiardian
Temenku perokok. Tau tentang bahaya ngerokok. Tau zat apa ajaa yg ada di rokok. Sering mensososialisasikan berhenti ngerokok lewat sosmednya. Dia beehenti ngerokok? Ngga.
 
Kita tau dia sering selingkuh, kasar, narkoba, dan tidak pernah cinta sama kita, tapi apa itu membuat kita berhenti goblok mencintainya sepenuh hati?

N G G A K
 
In reply to @jiemiardian
T-t-tapi dok. That's how I stopped eating mayo, exchanging santan to full cream milk, chose to eat my salad without creamy dressing 馃槼馃槙
 
In reply to @jiemiardian
Meskipun tipe emosional yg lebih dominan, apa alasan yg menyebabkan masih ada yg bisa lebih rasional dalam menyikapi satu hal, minuman alkohol misalnya dok? #AskingTheExpert
 
Kita tau itu orang nggak baik buat kita, tapi masih aja suka denial? Iya.
 
In reply to @jiemiardian
Krn itu bukan penyakit jangka pendek..coba kalau resikonya langsung ada didepan mata... Minumlah racun plg bentar juga mati dan orang waras ga ada yg mau mati makanya gak minum racun... Kebanyakan orang tobat setelah kena/ngerasain sendiri akibatnya.
 
In reply to @jiemiardian
Alhamdulilah aku bisa berhenti merokok.
 
In reply to @jiemiardian
Kita tau dia tidak mencintai, tapi itu faktanya apa membuat kita berhenti mencintai? Nggak Kita tau dia punya pasangan, tapi sebelum janur melengkung boleh ditikung? Iyaaaa
 
Aku pernah denger pas kuliah juga ada yang namanya Health Belief Model.. Untuk merubah perilaku yang berkaitan dengan kesehatan juga dipengaruhi individu tersebut mempersepsikan ancamannya pic.twitter.com/YLO91gNnfh
 
In reply to @jiemiardian
That's why dalam ilmu marketing jangan nunjukin fungsi, tapi brand. Karena orang beli berdasarkan emosi, bukan logika
 
In reply to @jiemiardian
Kita tau udara Jakarta ga sehat, tapi apa kita semua pindah dari jakarta
 
In reply to @jiemiardian
kita tahu sholat itu kewajiban, dosa besar apabila ditinggal, tapi apa kita jadi rajin ibadah? TIDAAKKK. he....
 
In reply to @jiemiardian
Mirip konsep/model AIDA dalam psikologi marketing, Awareness > Interest > Desire > Action Cognitive > Affective > Behaviour Pengetahuan > Emosi > Tindakan 馃帀馃帄 pic.twitter.com/1FcpPtaXzC
 
Kita sebagai laki2 tau kalau hati itu selalu menunjukkan kepada yang baik seperti qoul ulama'

丕賱賯賱亘 丿丕卅賲丕 丿賱賾 毓賱賶 丕賱禺賷乇 丌賱丕 睾賱亘 賮賷賴 丕賱賴賵賶
"Hati itu selalu menunjukkan pada kebaikan"

Tapi apakah hati akan mempengaruhi tingkah laki虏?
Saking emosionalnya, mereka lebih memilih akal
 
In reply to @jiemiardian
Kamu tau dia sudah punya pacar, tapi kamu masih juga sayang. Apa itu membuat dia sayang sama kamu? Nggak. (sesekali bucin)
 
In reply to @jiemiardian
kita tahu mencintai orang yang nggak bisa dimiliki itu ga sehat, tapi apa itu membuat kita berhenti mencintai dia? tidak. manusia itu makhluk emosional, jarang rasional.
 
Cognitive dissonance theory!

Manusia akan selalu mengalami disonansi/perasaan tidak nyaman karena adanya dua sikap dan perilaku yang kontradiktif di dalam pikirannya.

Maka, manusia akan mencoba untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan itu dengan berbagai cara.
 
Kita tau skripsi itu penting, tapi apa langsung dikerjakan? Tentu, tidak

Manusia memang makhluk emosional. Jarang rasional
 
In reply to @jiemiardian
Kamu tau dia ingin pergi tapi apa kamu mau melepaskan? Tidak. Manusia emang makhluk emosional tidak rasional.
 
In reply to @jiemiardian
Otak bagian emosi itu bego bgt, dihadapkan fakta dan data ttp ngeyel dan lebih milih nyikapin secara intuitif yg ujungnya nyari `path of comfort`. Tp ya kurang emosional jg bakal kejebak sm loop kausalitas dan probabilitas. Yg bener emg harus proporsional, tp caranya gmn wkwwk
 
In reply to @jiemiardian
Kamu tau dia tidak menginginkan kamu sama sekali, tetap aja ditungguin, apa itu yg dinamakan cinta yang sehat? Tidak Itu namanya bego:(
 
Aku gak merokok krn emang gak suka rasanya.

Aku suka sayur krn emang suka rasanya.

Aku suka olahraga biar tetep dilirik orang.

Bukan krn mau sehat.
Aku memang mahluk emosional.
 
In reply to @jiemiardian
Kita tahu kuota mahal, apa bikin VCS brenti? Nggak Manusia itu makhluk ereksional, jarang profesional.
 
Kusuka semuanya. 馃槏

Dudu.
Sayur.
Olahraga.

Dan
Menjaga keseimbangan antara logika dan hati.

Eheeeee.~~
 
In reply to @jiemiardian
Tidak merokok, suka makan sayur (4 sehat 5 sempurna pokoknya kalau lgi punya duit), hobinya naik gunung + lari marathon Saya tau semua itu menandakan saya hidup sehat, tapi apa itu membuat saya punya pacar ? Nggk Sial :)
 
In reply to @jiemiardian
kita tau supaya mendengarkan musik tanpa iklan dan bisa didownload itu lebih enak, tapi apakah itu membuat kita membeli versi premiumnya? tidak pic.twitter.com/p5vm9DRwYi
 
 
In reply to @jiemiardian
Ibarat orang berubah ya karna dia memilih saatnya untuk berubah..
 
In reply to @jiemiardian
kita tau aku yang terbaik untuknya, apa itu membuat dia mau sama aku? Nggak 馃槍
 
In reply to @jiemiardian
Aku tau dia selingkuh dibelakangku,tapi apa pengetahuan itu membuatku patah hati?iya. Aku tau dia ga mikirin aku,tapi apa itu membuat aku berenti mikirin dia? Nggak. Aku tau dia sudah kena karma diselingkuhi oleh cowonya,tapi apa itu membuat aku tertawa? Iya.
 
Kita tau berharap kepada manusia hanya membuat kecewa dan buang buang waktu saja, tapi apa itu membuat kita berhenti berharap? NGGAK BEGO WKWK
 
makanya kita keep falling love with someone we can't have
 
In reply to @jiemiardian
tahu mana yang baik sama ga baik tapi kok masih milih mana yang enak sama yang ga enak
 
In reply to @jiemiardian
Udah berkali-kali minta bokap berhenti roko karena bahaya, bahkan bokap yang biasanya selow jadi bentak, cara emosional yang dilakuin dengan lebih mendiamkan dia males ngajak ngobrol, efeknya dia jadi ngehindari ngerokok depan anaknya
 
In reply to @jiemiardian
Kamu tahu dia sudah pergi, tapi apa kamu akan berhenti untuk mencarinya? Saya sih mending cari yang baru, wqwq
 
 
Kita semua tahu, kalau falling in love with people we cant have itu nyeseknya bukan main, tapi apa hal itu membuat seseorang sadar?

NGGAK!
 
Kita tau dia tidak memberi respon, tp apa itu membuat kita berhenti mendapat atensi dari dia? Nggak 馃檭馃槶
 
In reply to @jiemiardian
aku menghindari minuman manis, banyak makan sayur dan olahraga. Cuma biar bisa makan banyak kue2 coklat yg manis2 馃槀
 
In reply to @jiemiardian
Kamu tau dia inginnya lepas, tapi apa itu membuat kamu mau melepaskan? Nggak Manusia itu makhluk emosional, jarang rasional. Wkwk
 
In reply to @jiemiardian
Tau suaminya selingkuh masih aja bertahan. Begitu suaminya kembali ke pelukan, yang dikejar utk dibantai sampai ke ujung bumi malah mantan pelakornya. Betapa manusia mahluk emosional kurang rasional.
 
In reply to @jiemiardian
Kita tau sholat itu wajib, tapi apakah pengetahuan itu membuat semua orang menjalankan sholat?? Nggak. Kita tau menghargai itu kewajiban, tapi apakah semua orang menghargai? Nggak Manusia itu makhluk emosional, yang jarang Rasional.
 
In reply to @jiemiardian
Karna yang tau meroko itu bahaya cuma alam sadar kita, sedangkan yang membuat kita menikmati roko yaitu bawah sadar kita. Dan dalam hidup alam sadar kita hanya mempengaruhi 12% tindakan, yang 88% ya bawah sadar kita. Maap kalo salah, saya cuma orang bodo ngaku pinter
 
Suka ke seseorang,tapI apakah benar benar mencintai?ENGGAK.
 
Kita tau jatuh cinta punya resiko menyakitkan, apa itu membuat kita berhenti jatuh cinta? Nggak. Hiya~
 
susah untuk merasionalkan pikiran
 
In reply to @jiemiardian
Minisii iti mikhlik imisiinil, jiring risiinil pic.twitter.com/aPvAItIroz
 
Kita tau pacaran itu ujungnya pasti kandas, tapi apa membuat kita berhenti? Ohh tentu tidak
 
In reply to @jiemiardian
Kita tau dia udah pergi, di ajak balik gak mau tapi apa itu membuat aku berhenti mencintai mu? Tidak:(
 
In reply to @jiemiardian
Tapi apa hati juga g bisa buat berhenti? Ini cuman salah satu bentuk perhatian dari org yg sayang sama kalian hei para perokok kita cuman g mau org yg kita sayang sakit, kita punya harapan yg panjang nantinya.. Dan g mau bgt kalau semua harapan hancur hanya karna rokok
 
In reply to @jiemiardian
Kita tau meskipun kita makan, kita bakal laper lagi, tapi apa itu membuat saya berhenti makan? Tentu tidak Manusia itu makhluk emosional, jarang rasional
 
Kamu tau dia sudah bersama yang lain, tapi apa itu membuatmu berhenti mengejarnya? Nggak

Kamu tau dia sudah bersama yang lain, tapi apa itu membuatmu berhenti berharap? Nggak

Manusia emang makhluk emosional, jarang rasional
 
Sebenarnya rasional, tapi terlalu emosional 馃榿
 
In reply to @jiemiardian
tapi dok, saya kan sering minum alkohol tiap akhir pekan aja, tapi diingetin suruh berhenti sm doi pake emosi, saya jadi emosi juga. haha
 
In reply to @jiemiardian
Sudah tahu tidak bisa diharapkan, tp kita masih terus berharap. Manusia memang makhluk emosional tidak rasional.
 
 
In reply to @jiemiardian
Kita yakin surga itu ada Tp knp kt sering berjalan menuju neraka
 
In reply to @jiemiardian
Sudah tau chat gabakal dibales, apa itu membuat kamu berhenti spam chat "semangat ya!" ke dia? Enggak. Sudah tau sakit karena perasaan yang dibuat sendiri, apa itu membuat kamu berhenti untuk jatuh cinta sendiri? Enggak Manusia emang makhluk emosional, jarang rasional
 
In reply to @jiemiardian
emosionall. Rokok terooss sebelum harganya setara dengan gaji:(
 
In reply to @jiemiardian
KITA TAU GRABFOOD ITU ENAK TAPI APA KITA MEMESANNYA? TIDAK! MAAP SAYA MISKIN:)
 
In reply to @jiemiardian
Menurut saya upaya pemerintah untuk mengedukasi ttg rokok udh ga kurang2, tp udah ga efektif 馃槀 perokok mah bakal ttp ngerokok walopun bungkusnya gambar kanker. Capek ngedukasi mending naikin lagi cukainya smp 100rb/kotak trus perketat regulasinya
 
In reply to @jiemiardian
Kita tahu menghujat, membully, mencaci maki, goblok2in dan anjing2in orang di sosmed itu tidak baik utk kesehatan jiwa. Tidak mencerminkan manusia beradab dan berpendidikan. Tapi mengapa selalu dilakukan (apal di Twitter). Manusia itu makhluk emosional, jarang rasional. 馃榿
 
Biasanya jd rasional kalo udah kena sakitnya www
 
Bukti bahwa bukan hanya perempuan yg emosional dan sering nggak rasional 馃槅
 
 
ihhh dasaarrr
.
.
Manusia
.
.
Aku
 
Saya tau berharap sama doi gak sehat, tapi apa itu membuat saya berhenti?

Berhenti waras sg iyo
 
Aku tau dia gak sayang, tapi apakah aku berhenti memperjuangkan nya? Nggak!
 
totally agree with this statement
 
 
In reply to @jiemiardian
Aku tau dia udah ga sayang, tapi apa aku berhenti sayang? Enggak. Memang manusia itu mahluk emosional, jarang rasional dok馃槀
 
In reply to @jiemiardian
Kita tahu yg dosa2 itu prbuatan yg enak2..tp apa itu mmbuat kita brhenti yg enak2?
 
In reply to @jiemiardian
Gimana caranya buat nambah emosi lain? Biar kita bisa berubah
 
In reply to @jiemiardian
Kita tahu terlalu sering main media sosial gak baik, tapi apa itu membuat seseorang berhenti main media sosial? Nggak, kan?
 
In reply to @jiemiardian
I dont smoke, dont drink, dont do drugs, love vegetables, dan saya berolahraga jalan kaki setiap hari. Namun Satu yg tak bisa lepas : Begadang.
 
 
Nyatanya peningkatan pengetahuan ditengarai sebagai usaha yang nilai ukurnya paling realistis dan pengerjaannya paling efisien (menimbang waktu, biaya dan SDM)
Bisa sih kita tempuh lewat pendampingan agar point point dibawah tersampaikan
Cuma kembali lagi siapa yang mau dampingi?
 
Berarti pendidikan kesehatan itu ngaruh gak sih? Berawal dari pengetahuan-sikap-perilaku. Katanya sih gitu 馃槀
 
Kita tau setiap habis bimbingan skripsi pasti kita mengeluh, tapi apa itu membuatmu berhenti bimbingan? Nggak

Manusia itu makhluk emosional, jarang rasional.
 
sebagai calon tenaga kesehatan, selalu dituntut buat kasih penyuluhan kesehatan ke masyarakat. tapi, apa ada yang berubah? ada, sedikit. sebagian masyarakat semangat di awal kemudian mereka mulai lalai lagi dan kembali ke pola hidup tidak sehatnya. semua balik lagi, prinsip diri.
 
Thats why Im sticking with logic, relying on emotional is not very wise choice.
 
Dan ini berlaku luas loh, di luar sekadar masalah kesehatan.

....sayang banyak orang kurang mengerti ini dalam ber...aktivisme
 
 
Replies-nya... 馃槀馃拃
 
Harus bener2 bs lewatin di lv TAU - MAU - MAMPU
 
 
Over 542 replies and quotes not shown

Retweeters

31,961 retweeters not shown
Register for Trendsmap Access
Login via Twitter to start your free trial now

Don't have a Twitter account? You can also register via Facebook or Instagram

* Analytics, alert and visualisation tools require additional authorisation
Existing users can login

Our trial allows access to only the 8 hour timeframe for this page.

A Trendsmap Plus subscription provides full access to all available timeframes

Signup Now